Belajar dari alam: kegiatan jelajah lingkungan SDIT

Peserta didik SDIT Alam Darul Furqan mengikuti kegiatan jelajah lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini mengajak anak untuk mengamati, bertanya, dan mencatat berbagai temuan di sekitar sekolah.
Melalui pendampingan guru, peserta didik mengenali tumbuhan, serangga, serta cara menjaga kebersihan lingkungan. Pengalaman langsung ini menjadi ruang untuk membangun rasa ingin tahu sekaligus kepedulian.
Setiap kelompok kemudian menyajikan hasil pengamatannya di kelas. Mereka belajar menyampaikan gagasan dan menghargai temuan teman-temannya.
Jelajah lingkungan dilaksanakan sebagai bagian dari tema pembelajaran sains dan kepedulian terhadap ciptaan Allah. Sejak pagi, siswa berkumpul di halaman sekolah dengan membawa buku catatan, alat tulis, serta lembar pengamatan sederhana yang telah dipersiapkan oleh guru.
Dalam kelompok kecil, mereka mengamati tanaman, serangga, sumber air, dan berbagai unsur lain yang dijumpai di sekitar lingkungan sekolah. Guru mendampingi anak-anak untuk mencatat ciri-ciri, mengajukan pertanyaan, dan membandingkan hasil pengamatan antar kelompok.
“Anak-anak tidak hanya mengetahui nama tumbuhan dari buku. Mereka melihat, menyentuh, bertanya, dan belajar menjaga lingkungan di sekitarnya.” — Guru Pendamping SDIT Alam Darul Furqan
Belajar dengan rasa ingin tahu
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik berlatih membedakan makhluk hidup dan benda mati, memahami kebutuhan dasar tanaman, serta mengenali kebiasaan kecil yang dapat membantu menjaga kebersihan sekolah. Setiap penemuan menjadi bahan diskusi yang kemudian dikembangkan kembali dalam pembelajaran di kelas.
Metode ini memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat aktif. Mereka tidak hanya menerima informasi, melainkan membangun pemahaman melalui pengalaman, percakapan, dan refleksi bersama teman-temannya.
Kegiatan luar ruang ini menghubungkan materi sains, literasi, kerja sama, dan pembiasaan adab terhadap lingkungan.

Refleksi bersama di kelas
Setelah kembali ke kelas, setiap kelompok menyusun ringkasan temuan dan mempresentasikannya. Anak-anak belajar menyampaikan pendapat secara runtut, mendengarkan teman, serta memberikan tanggapan dengan santun. Guru kemudian mengajak mereka menghubungkan pengamatan tersebut dengan tanggung jawab sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman.
Kegiatan jelajah lingkungan menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang akan terus dikembangkan di SDIT Alam Darul Furqan. Melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan, anak diharapkan tumbuh sebagai pembelajar yang peka, kritis, dan berakhlak baik.

